Tentang Desa

Selalu Up-To-Date Dengan Informasi
Terkini Yang Terjadi Di Lingkungan
Desa.

Profil Desa DESA PULO DOGOM

 Pada jaman dahulu, saat-saat bangkitnya perlawanan terhadap penjajah Belanda, daerah ini merupakan daratan sedikit bergelombang dengan hutan belantara  terletak dipinggiran Sungai Kualuh yang merupakan urat nadi perhubungan antara desa dengan desa lainnya, maka desa ini sering dikunjungi orang-orang dari luar daerah, maka daerah ini menjadi transit bagi Kerajaan Sultan Kualuh.                     

 Wilayah ini juga merupakan areal persawahan dan perkebunan rakyat dan buah-buahan sehingga membuat daerah ini merupakan potensi hasil padi, karet dan buah-buahan (Durian, langsat dll).

 Salah satu tempat yang berpenghuni adalah sebuah pulau kecil antara Sungai Kualuh dan areal persawahan, dan orang yang pertama kali berdiam di pulau tersebut bernama Aminah Tanjung  (Raja Doli), yang masih keturunan Raja Sultan Kualuh. Beliau adalah orang yang sangat sosial terhadap sesama tanpa memandang ras, agama dan golongan. Sehingga setiap orang yang akan berpergian ke Desa Kuala Beringin, Parsaguan dan sampai ke Tapanuli sering singgah ke pulau kecil tersebut. Karena Pulau itu belum mempunyai nama, maka diberi nama pulau tersebut Pulo Dogom yang artinya Pulau kecil yang disekelilingnya sungai, nama ini diambil dari nama panggilan dari Raja Doli yaitu Atok Dogom orang yang pertama sekali mendiami tempat/pulau tersebut hingga akhir hayatnya. Sebagai bukti sejarah beliau dimakamkan tepat di pinggir Sungai Kualuh Dusun Pulo Dogom Bawah.

Sejarah ini diawali pada tahun 1938 pada saat itu belum ada Pemerintahan Desa karena masih dalam kekuasaan Kerajaan Sultan Kualuh di masa penjajahan Feodal Belanda. Setelah Indonesia merdeka Tahun 1945 barulah berdiri Pemerintahan Desa yang dipimpin oleh Bapak M. Yunus Simangunsong sebagai Kepala Kampung sampai tahun 1968. Pada masa itu Struktur Pemerintahan Desa belum lengkap hanya ada Kepala Kampung Sekretaris dan beberapa anggotanya.

Kemudian pada tahun 1968 diadakan pesta Demokrasi Pilkades pertama sebagai calon adalah Bapak Abdul Malik Siagian dan Bapak Kasiman yang dimenangkan oleh Bapak Abdul Malik Siagian sebagai Kepala Desa terpilih. Namun karena adanya Pemberontakan G.30S PKI Bapak Abdul Malik Siagian digantikan oleh Bapak Kasiman sampai tahun 1971. Demikian selanjutnya pada tahun 1971 s/d tahun 1985 dijabat oleh Bapak Mukhtar Pasaribu, pada tahun 1985 s/d tahun 2001 dijabat Bapak Suloso. Selanjutnya pada Tahun 2002 s/d 2022 dijabat oleh Bapak H. Selamat dalam rentang waktu tersebut ada 2 pejabat Desa yaitu Bapak Rizal Parapat ( Tahun 2013 ) dan Bapak Darman, SP ( Tahun 2014 s/d 2016 ). Pada tahun 2022 sampai dengan sekarang di jabat oleh Bapak Rizal Parapat dengan dilakukan pemilihan Kepala Desa serentak Se-Kabupaten Labuhanbatu Utara pada tanggal 25 Mei 2022 dengan perolehan suara terbanyak 2.220 Suara.

Visi & Misi

VISI

TERWUJUDNYA TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK DAN BERSIH, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL MENUJU DESA PULO DOGOM YANG MAJU, AMAN, LANCAR DAN SEJAHTERA 

MISI

  • Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa melalui fasilitas transportasi (ambulance desa) secara maksimal;
  • Meningkatkan pelayanan prima Pemerintah Desa yang cepat, tepat dan benar;
  • Mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang transparan dan akuntabel ;
  • Mewujudkan sinergisme pembangunan yang selaras dengan Pemerintahan Kabupaten;
  • Pemerataan pembangunan masyarakat baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusia;
  • Mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan dan partisipasi aktif masyarakat/gotong royong
Info Desa

Lokasi Desa DESA PULO DOGOM

Kode Desa
: 12.23.01.2005
Tahun Pembentukan
:
Dasar Hukum
:
Tipologi
:
Klasifikasi
:
Kategori
:
Luas Wilayah
: 1.146 Ha Ha